Pertolongan Pertama Anak Tenggelam yang Wajib Diketahui Orang Tua

Pertolongan Pertama Anak Tenggelam yang Wajib Diketahui Orang Tua
Table of Contents

Tenggelam merupakan salah satu kondisi darurat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama ketika anak bermain di kolam renang, sungai, pantai, dan tempat lain yang memiliki genangan air. Situasi ini membutuhkan respons yang cepat dan tepat karena gangguan pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Bagi Mom/Dad, mengetahui pertolongan pertama anak tenggelam bukan sekadar pengetahuan tambahan. Keterampilan tersebut dapat membantu memberikan pertolongan dalam menit-menit penting sebelum bantuan medis datang. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa tenggelam merupakan proses mengalami gangguan pernapasan akibat terendam atau masuk ke dalam cairan. Anak-anak termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap kejadian ini.

Karena itu, Mom/Dad perlu memahami apa yang harus dilakukan, apa yang sebaiknya dihindari, dan bagaimana mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Mengapa Orang Tua Perlu Mengetahui Pertolongan Pertama Anak Tenggelam?

Anak dapat mengalami kondisi darurat hanya dalam waktu singkat ketika berada di dalam air. Mereka mungkin belum memiliki kemampuan berenang yang cukup, panik ketika kehilangan pijakan, atau tidak mampu meminta pertolongan saat kesulitan bernapas.

Pertolongan pertama bertujuan menjaga keselamatan anak, mengembalikan atau mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi, serta mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin.

Pada kasus tenggelam, kekurangan oksigen menjadi perhatian utama. American Red Cross menjelaskan bahwa proses tenggelam dapat menyebabkan kekurangan oksigen berat yang kemudian berujung pada henti jantung. Karena itu, bantuan pernapasan dan CPR memiliki peranan penting dalam penanganan korban tenggelam.

Mom/Dad juga perlu memahami bahwa anak yang sudah berhasil dikeluarkan dari air belum tentu sepenuhnya aman. Jika anak mengalami batuk terus-menerus, kesulitan bernapas, tampak sangat lemas, bingung, atau menunjukkan perubahan kondisi setelah kejadian, evaluasi medis diperlukan.

Tetap Tenang dan Pastikan Lokasi Aman

Langkah pertama dalam pertolongan pertama anak tenggelam adalah memastikan Mom/Dad tidak ikut menjadi korban.

Jangan langsung melompat ke kolam, sungai, atau perairan yang berbahaya tanpa kemampuan penyelamatan yang memadai. Dalam situasi panik, anak dapat berpegangan kuat pada orang yang menolong sehingga justru membahayakan keduanya.

Jika memungkinkan, minta bantuan orang di sekitar. Gunakan alat bantu keselamatan seperti pelampung, tongkat, atau benda lain yang dapat membantu membawa anak ke tempat aman tanpa membuat penolong masuk ke dalam air.

Setelah anak berhasil dikeluarkan dari air, segera pindahkan ke permukaan yang aman dan stabil.

Periksa Respons dan Pernapasan Anak

Setelah anak berada di tempat aman, periksa apakah anak memberikan respons.

Panggil namanya dengan suara jelas dan sentuh secara lembut. Perhatikan apakah anak membuka mata, bergerak, atau merespons.

Selanjutnya, periksa pernapasannya. Pemeriksaan tidak boleh dilakukan terlalu lama. Pedoman American Red Cross menyarankan pemeriksaan respons dan pernapasan dalam waktu tidak lebih dari 10 detik.

Perhatikan beberapa tanda berikut:

  • Dada bergerak naik dan turun.
  • Anak bernapas secara normal.
  • Anak dapat berbicara atau menangis.
  • Anak memberikan respons ketika dipanggil.
  • Anak hanya terengah-engah atau tidak bernapas sama sekali.

Jika anak tidak responsif dan tidak bernapas normal atau hanya megap-megap, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat.

Segera Minta Bantuan Medis

Jangan menangani situasi seorang diri jika ada orang lain di sekitar.

Mintalah seseorang menghubungi layanan medis darurat, sementara Mom/Dad memberikan pertolongan sesuai kemampuan dan pelatihan yang dimiliki.

Jika tersedia lifeguard atau petugas keselamatan kolam, segera minta bantuan mereka. Kehadiran tenaga terlatih dapat membantu proses evakuasi dan penanganan awal.

Mom/Dad juga sebaiknya mengetahui nomor layanan darurat di wilayah tempat tinggal sebelum membawa anak berenang. Menyimpan nomor tersebut di telepon dapat menghemat waktu ketika keadaan darurat terjadi.

Berikan CPR Jika Anak Tidak Bernapas Normal

Jika anak tidak responsif dan tidak bernapas normal setelah dikeluarkan dari air, CPR atau cardiopulmonary resuscitation dapat diperlukan.

Pada kasus tenggelam, pedoman American Red Cross merekomendasikan memulai resusitasi dengan membuka jalan napas dan memberikan dua napas bantuan, kemudian melanjutkan siklus 30 kompresi dada dan dua napas bantuan. Jika penolong tidak mampu atau tidak bersedia memberikan napas bantuan, kompresi dada tetap dapat dilakukan.

Namun, teknik CPR pada bayi dan anak berbeda dengan orang dewasa. Karena itu, Mom/Dad sebaiknya mengikuti pelatihan CPR dan pertolongan pertama dari lembaga yang kompeten agar memahami teknik sesuai usia anak.

Secara umum, apabila anak membutuhkan CPR, lakukan pada permukaan yang datar dan keras, berikan kompresi di bagian tengah dada dengan kecepatan sekitar 100–120 kompresi per menit, dan berikan ventilasi sesuai teknik yang telah dipelajari. Pedoman resmi American Red Cross juga menekankan pentingnya memberikan kompresi dan ventilasi pada anak ketika terjadi henti jantung akibat tenggelam.

Jika Mom/Dad belum pernah mengikuti pelatihan CPR, jangan mencoba teknik yang tidak dipahami hanya berdasarkan ingatan dari video atau informasi singkat. Ikuti instruksi petugas layanan darurat melalui telepon sambil memberikan bantuan yang dapat dilakukan dengan aman.

Jangan Langsung Mengeluarkan Air dari Perut Anak

Salah satu kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah menganggap air harus dikeluarkan dari tubuh anak dengan cara menggantung, mengangkat kaki, menekan perut, atau melakukan gerakan tertentu.

Cara tersebut bukan bagian dari pertolongan pertama yang direkomendasikan.

Prioritas utama adalah keselamatan, jalan napas, pernapasan, CPR jika diperlukan, dan mendapatkan bantuan medis. American Red Cross menekankan bahwa pemberian ventilasi tidak seharusnya ditunda hanya karena ingin melakukan penyedotan atau tindakan tertentu pada mulut.

Jadi, Mom/Dad tidak perlu membuang waktu melakukan tindakan yang tidak terbukti membantu.

Jangan Memasukkan Jari ke Mulut Anak Secara Sembarangan

Setelah tenggelam, Mom/Dad mungkin khawatir ada benda yang menyumbat jalan napas anak. Namun, memasukkan jari secara membabi buta ke dalam mulut dapat justru mendorong benda yang tidak terlihat semakin dalam.

Jika ada benda yang terlihat jelas dan mudah diambil, benda tersebut dapat dikeluarkan dengan hati-hati. Namun, hindari melakukan finger sweep secara sembarangan.

Pedoman American Red Cross menyarankan agar penolong tidak melakukan pemeriksaan dengan jari secara membabi buta ketika benda tidak terlihat karena tindakan tersebut dapat memperburuk sumbatan.

Baca juga: 10 Larangan di Kolam Renang yang Wajib Ditaati

Gunakan AED Jika Tersedia dan Aman

AED atau automated external defibrillator merupakan alat yang dapat membantu menangani kondisi henti jantung tertentu.

Jika anak mengalami henti jantung setelah tenggelam dan AED tersedia, penggunaannya dapat dilakukan sesegera mungkin setelah CPR dimulai, selama situasi aman dan alat dapat digunakan dengan tepat.

Mom/Dad sebaiknya mengikuti instruksi suara dan petunjuk yang diberikan oleh perangkat. Jika ada petugas terlatih di sekitar, biarkan mereka membantu penggunaan alat tersebut.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Masih Sadar?

Tidak semua anak yang tenggelam akan kehilangan kesadaran. Ada anak yang berhasil dikeluarkan dari air dalam keadaan sadar tetapi mengalami batuk, lemas, atau gangguan pernapasan.

Jika anak masih sadar, Mom/Dad tetap perlu mengawasinya dengan serius.

Perhatikan apakah terdapat:

  • Batuk yang tidak kunjung membaik.
  • Napas cepat atau sulit bernapas.
  • Napas berbunyi tidak biasa.
  • Anak tampak sangat lemas.
  • Anak mengalami muntah.
  • Anak tampak mengantuk atau bingung.
  • Warna kulit atau bibir tampak tidak normal.
  • Anak mengalami penurunan kesadaran.

Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera cari pertolongan medis. Jangan menganggap anak pasti baik-baik saja hanya karena sudah keluar dari air dan dapat berbicara.

Apakah Anak yang Sudah Sadar Tetap Perlu Diperiksa?

Ya, kondisi anak perlu diperhatikan setelah kejadian tenggelam, terutama jika sebelumnya mengalami kesulitan bernapas atau sempat tidak sadar.

Dampak akibat gangguan pernapasan dapat berbeda pada setiap anak. Pemeriksaan tenaga kesehatan membantu memastikan kondisi pernapasan dan keadaan umum anak.

Mom/Dad juga sebaiknya menceritakan kepada tenaga kesehatan apa yang terjadi, berapa lama anak berada di dalam air jika diketahui, apakah anak kehilangan kesadaran, apakah dilakukan CPR, serta gejala apa saja yang muncul setelah dikeluarkan dari air.

Informasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian secara lebih menyeluruh.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menolong Anak Tenggelam

Dalam kondisi panik, orang tua dapat melakukan tindakan spontan yang sebenarnya kurang tepat. Beberapa hal berikut sebaiknya dihindari:

  • Jangan Membahayakan Diri Sendiri: Mom/Dad harus memastikan keselamatan diri terlebih dahulu. Penolong yang ikut tenggelam akan membuat situasi semakin berbahaya.
  • Jangan Menunda Meminta Bantuan: Jangan menunggu kondisi anak semakin buruk sebelum meminta bantuan. Semakin cepat bantuan profesional datang, semakin banyak pilihan penanganan yang tersedia.
  • Jangan Mengguncang Tubuh Anak: Mengguncang atau membalik-balik tubuh anak bukan cara utama untuk menangani korban tenggelam. Fokus pada pemeriksaan respons, pernapasan, dan tindakan resusitasi yang sesuai.
  • Jangan Menganggap Anak Aman Hanya Karena Sudah Sadar: Anak yang sadar tetap perlu diamati apabila mengalami gejala setelah tenggelam. Jika ada keluhan pernapasan atau perubahan kesadaran, segera dapatkan evaluasi medis.
  • Jangan Mengandalkan Pengetahuan Tanpa Latihan: Membaca artikel mengenai pertolongan pertama anak tenggelam sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi pelatihan langsung tetap lebih baik untuk mempelajari teknik CPR, ventilasi, dan keselamatan air.

Cara Mencegah Anak Tenggelam

Selain mengetahui pertolongan pertama, pencegahan merupakan bagian yang tidak kalah penting. WHO menyebut anak-anak sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap tenggelam. Pencegahan membutuhkan pengawasan, lingkungan yang aman, serta kemampuan berenang dan keselamatan air yang memadai.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan Mom/Dad antara lain:

  1. Selalu awasi anak ketika berada di dekat air.
  2. Jangan meninggalkan anak sendirian di kolam meskipun hanya sebentar.
  3. Pastikan kolam memiliki akses masuk dan keluar yang aman.
  4. Gunakan perlengkapan keselamatan sesuai kondisi.
  5. Ajarkan anak mengenali bahaya air sejak dini.
  6. Kenalkan aturan sederhana ketika berada di kolam.
  7. Ajarkan kemampuan berenang sesuai usia dan perkembangan anak.
  8. Pilih kolam dengan pengawasan lifeguard jika tersedia.
  9. Simpan benda yang menarik perhatian anak jauh dari area kolam.
  10. Pelajari pertolongan pertama dan CPR untuk anak.

American Red Cross juga memasukkan pengenalan tanda seseorang mengalami masalah di air, penyelamatan yang aman, meminta bantuan medis, serta rescue breathing dan CPR sebagai bagian dari rangkaian keselamatan saat terjadi insiden di air.

Pentingnya Mengajarkan Keselamatan Air Sejak Dini

Kemampuan berenang bukan hanya tentang membuat anak mampu bergerak di dalam air. Pembelajaran yang tepat juga dapat membantu anak mengenali lingkungan air, memahami batas kemampuan diri, dan belajar mengikuti instruksi keselamatan.

Namun, kemampuan berenang tidak berarti anak boleh berada di air tanpa pengawasan. Anak tetap membutuhkan pendampingan orang dewasa, terutama ketika berada di lingkungan yang tidak familiar.

Mom/Dad dapat membiasakan beberapa aturan sederhana seperti tidak berlari di tepi kolam, tidak mendorong teman ke dalam air, meminta izin sebelum masuk kolam, menggunakan perlengkapan yang sesuai, dan segera meminta bantuan ketika merasa kesulitan.

Kebiasaan tersebut akan menjadi bagian penting dari pendidikan keselamatan anak.

Baca juga: 10 Tips Membeli Topi Renang dan Rekomendasi Mereknya

Yuk, Tingkatkan Kemampuan Berenang Anak Bersama Sparks Swim

Memahami pertolongan pertama anak tenggelam penting bagi setiap Mom/Dad, tetapi langkah terbaik tetaplah mencegah kejadian tenggelam sejak awal. Salah satu bekal yang dapat diberikan kepada anak adalah kemampuan berenang dan pemahaman mengenai keselamatan di air.

Mom/Dad dapat mempertimbangkan les renang anak di Sparks Swim sebagai salah satu cara untuk mengenalkan anak pada aktivitas air secara bertahap dan terarah. Dengan pembelajaran yang sesuai usia dan kemampuan, anak dapat berlatih teknik dasar berenang sekaligus membangun kepercayaan diri ketika berada di air.

Tetap dampingi anak saat berada di sekitar air, jangan mengandalkan kemampuan berenang sebagai satu-satunya perlindungan, dan pastikan Mom/Dad juga memahami pertolongan pertama serta CPR.

Karena keselamatan anak di air bukan hanya tentang bisa berenang, tetapi juga tentang mengetahui cara mencegah risiko dan bertindak cepat ketika keadaan darurat terjadi.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2025 | Sparks Swim - Part of Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%